Saya baru saja mendapatkan sebuah informasi yang harus saya bagikan kepada Anda pengguna internet dan pengguna browser Google Chrome yang saya sangat yakin digunakan hampir 90% orang di dunia.

Sebuah notifikasi muncul dalam feed news saya terhadap dunia Teknologi Informatika dan kali ini datang dari salah satu portal berita terbesar di dunia, Fox News.

Di dalam berita tersebut dikatakan bahwa ada scammer (penipu dunia maya) yang mencoba hack (membajak) browser Google Chrome untuk mencoba mendapatkan data pribadi Anda dan pengguna internet lainnya yang menggunakan Google Chrome.

Jerome Segura, Analis Intelijen Timbal di Malwarebytes, mengatakan kepada Fox News, “Bug yang memicunya lebih dari sekadar gangguan dalam arti bahwa ini akan membuat browser Chrome Anda tidak responsif,”

Khusus pengguna sistem operasi (OS) Windows harap hati-hati, karena memungkinkan kondisinya akan tidak stabil, seperti nge’lag saat browsing atau tiba-tiba mengalami crash browser.

Dalam pengujian kami, ini juga menyebabkan sistem operasi (Windows) menjadi tidak stabil jika kita membiarkannya berjalan dalam jangka waktu tertentu,” kata Segura, menambahkan bahwa Google sedang menyelidiki masalah ini.

Masalah ini juga dibahas dalam posting blog minggu ini oleh Malwarebytes, yang dikutip dalam sebuah laporan oleh Ars Technica .

Bagaimana Cara Kerjanya?

Setelah ada kode berbahaya mengunci browser, akan muncul peringatan palsu yang mencoba mengelabui pengguna agar memanggil sebuah nomor yang tertera.

Kemudian, seseorang akan mengangat telepon Anda dan berpura-pura sebagai perwakilan perusahaan untuk meminta informasi pribadi atau keuangan sensitif untuk memperbaiki masalah palsu tersebut.

Hal seperti ini sudah mulai banyak terjadi. Saya pernah bagikan pengalaman saya pribadi waktu mendapatkan telepon yang mengaku dari kantor perwakilan resmi Telegram Messenger, dan karena saya tidak percaya, akhirnya saya coba melacak nomor yang menghubungi saya. Setelah itu, saya langsung update informasinya melalui artikel “Digital Security: Cara Melacak HLR Provider Nomor Handphone (HP)“.

Inga Goddijn, wakil presiden eksekutif Risk Based Security, mengatakan kepada Fox News, “Pesan-pesan ini sengaja dirancang untuk menimbulkan ketakutan dan memancing pengguna untuk membalik informasi sensitif atau dalam beberapa kasus. Bahkan kontrol komputer mereka. Dari situlah, para scammers benar-benar ada di kursi pengemudi“.

Ada varian lain dari penipuan jenis ini juga. Misalnya, yang juga mengunci browser Anda dan kemudian menawarkan penawaran palsu, seperti kartu hadiah.

Browser lain juga bisa terpengaruh, namun karena Google Chrome adalah browser web yang paling banyak digunakan dan melampaui Microsoft Edge, Safari dan Firefox, maka Google Chrome telah menjadi tempat di mana banyak pengguna akan menemukan masalah ini.

Apakah Ada Perbaikan?

Ada perbaikan untuk masalah ini, namun bervariasi tergantung pada penipuan.

Di Windows, Anda bisa menggunakan Task Manager untuk melakukan “End Task” dan menghentikan browser. Di Mac OS, Anda bisa menggunakan “Force Quit” untuk menghentikan secara paksa.

Namun, dalam beberapa kasus, pengguna internet harus mengatur ulang browser mereka sehingga tidak terbuka ke halaman yang terakhir dibuka, dengan kata lain, Anda harus mematikan fitur History atau sesering mungkin melakukan pembersihan cache. Jika tidak, pesan palsu akan terus kembali dan mengunci browser Anda.

Harus Di Ingat Bahwa: Tidak Ada Perusahaan Yang Sah Yang Dapat Mengunci Browser Anda.

Ini penting untuk di ingat bahwa: tidak ada perusahaan yang sah yang bisa dengan sengaja membekukan browser dan memaksa pengguna internet untuk memberikan informasi pribadi yang sensitif.

Saya belum pernah melihat kalau ada perusahaan teknologi besar apapun mengirimkan pesan yang tidak diminta atau melakukan panggilan telepon yang tidak diminta untuk mendapatkan informasi pribadi atau keuangan.

Oleh karena itu, saran saya untuk Anda adalah hati-hati ketika Anda mendapatkan SMS atau telepon yang menurut Anda diluar dari logika dan harap tidak dengan cepat memberikan informasi pribadi Anda. 🙂