156 total views, 1 views today

Microsoft akhirnya mengonfirmasi desas-desus soal Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap ribuan karyawannya di seluruh dunia. Adapun PHK tersebut dilakukan secara bertahap mulai hari ini, Jumat (7/7/2017).

Hari ini kami memberi tahu kepada beberapa karyawan bahwa pekerjaan mereka dipertimbangkan atau posisi mereka dieliminasi,” begitu pernyataan juru bicara Microsoft.

Jumlah pasti karyawan yang bakal kena PHK belum disebut. Ancang-ancangnya di antara 3.000 hingga 5.000-an orang, dimana 75 persennya merupakan karyawan di luar Amerika Serikat.

Fokus Ke Cloud

Seperti rumor yang beredar sebelumnya, PHK ini bertujuan merestrukturisasi perusahaan untuk mendorong produktivitas dan kinerja. Adapun mayoritas karyawan yang kena PHK berasal dari departemen penjualan.

Seperti perusahaan lain, kami mengevaluasi bisnis secara rutin. Ini (PHK) bisa meningkatkan investasi di beberapa sektor,” juru bicara Microsoft menuturkan.

Perusahaan yang didirikan Bill Gates tersebut digadang-gadang bakal mengarahkan lebih banyak tenaga kerja untuk fokus ke pengembangan bisnis cloud Azure.

Pendekatannya bakal lebih ke enterprise dan usaha kecil menengah alias UKM. Pendekatan itu bergeser dari yang sebelumnya ke pemerintah, oil and gas, dan farmasi.

PHK besar-besaran pernah dilakukan Microsoft pada 2015 lalu. Kala itu Microsoft memberhentikan 7.800 pegawai dan memutuskan untuk melepas bisnis ponsel Nokia yang dianggap tak sesuai harapan.