Webinar Strategi Menghadapi AFTA 2015 Bagi Pelaku Bisnis Online

Sebentar lagi, tepatnya 3 bulan lagi memasuki tahun 2015 yang adalah tahun paling membuat pengusaha dan Sumber Daya Manusia di Indonesia khawatir karena memasuki tahun di sahnya Indonesia dalam perdagangan bebas, Asean Free Trade Area (AFTA).

Asean Free Trade Area (AFTA) yang berarti perdagangan bebas antar negara yang terdaftar dan termasuk dalam negara ASEAN (Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar dan Kamboja) ditambah ASEAN Plus (China, Jepang dan Republik Korea).

Asean Free Trade Area (AFTA) bukan hanya berdampak bagi pengusaha/pebisnis offline melainkan juga akan berdampak pada pelaku bisnis online dan ditambah beberapa bulan yang lalu Menteri Perdagangan menyatakan akan segera mengeluarkan Peraturan Perdagangan eCommerce bagi pelaku bisnis online, pelaku Internet Marketing atau apapun yang memiliki transaksi jual beli secara online.

Satu minggu yang lalu, Puji Tuhan saya mendapatkan kesempatan yang luar biasa untuk memberikan sedikit penjelasan dan tanya jawab seputar Asean Free Trade Area bagi pelaku bisnis online melalui webinar yang diadakan oleh Purba Kuncara (owner KlikHost) dalam program terbarunya KlikWebinar.

(more…)

Read More

6 Rancangan Peraturan Menteri Perdagangan Terhadap Ecommerce

Kabar mengenai peraturan yang akan dikeluarkan oleh Menteri Perdagangan ternyata bukan sebuah kabar burung atau kabar tak pasti.

Dalam waktu dekat, Menteri Perdagangan akan mengeluarkan secara sah peraturan undang-undang terhadap pelaku bisnis online atau ecommerce,

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Srie Agustina mengatakan ada beberapa poin dalam rancangan peraturan Menteri Perdagangan terhadap pelaku bisnis online atau ecommerce yang harus dipahami.

1. Semua situs perdagangan online harus terdaftar

Dalam arti, pengusaha online tak bisa lagi melakukan aktivitas jual-beli online secara bebas. Selain itu, pelaku bisnis online juga harus mendeklarasikan etika bisnis yang dimiliki. Dan tak kalah penting, pengusaha online dilarang mewajibkan konsumen membayar produk yang dikirim tanpa ada kesepakatan terlebih dahulu.

(more…)

Read More

Kementerian Dagang Indonesia Siapkan Aturan Perdagangan Online

Image source: Kemendag.go.id

Wacana tentang peraturan perdagangan online memang bukan hal yang baru lagi. Kalau tidak salah, tahun 2012 pemerintah juga mengatakan sedang mempersiapkan aturan perdagangan untuk eCommerce/bisnis online/transaksi online, yang akhirnya dikeluarkan wacana penerbitan PP PSTE (Peraturan Pemerintah Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik) yang pernah saya tulis dalam artikel saya “PP PSTE Terbit! Bagaimana Nasib Pemilik Toko Online?” walaupun sampai saat ini saya belum mendapatkan kabar terbaru tentang PP PSTE ini.

Dalam kondisi lagi meeting dengan klien, saya mendapatkan mention dari salah satu followers twitter saya tentang “Kementerian Dagang Indonesia Siapkan Aturan Perdagangan Online”.

(more…)

Read More

Perilaku Masyarakat Indonesia Dalam Belanja Online

Perkembangan eCommerce di Indonesia, bisa dikatakan sangat pesat. Saya percaya bahwa hampir setiap detik, akan ada eCommerce baru di Indonesia.

Perkembangan ini bisa dilihat dari munculnya pelaku bisnis yang melakukan transaksi online secara langsung maupun tidak langsung. Dalam arti, transaksi online menggunakan web toko online dengan full sistem online atau transaksi online dengan sistem manual seperti pemesanan via sms/bbm dan sebagainya.

Kalau dikatakan masyarakat Indonesia belum siap untuk melakukan belanja secara online, justru berdasarkan pengamatan saya, masyarakat Indonesia sudah sangat siap untuk menuju era transaksi secara online.

Katakan saja, Lazada Indonesia mampu mendapatkan transaksi yang bisa dikatakan cukup besar nilainya, kemudian beberapa toko online yang menjual Hijab, juga mampu meraup penghasilan cukup besar secara online.

(more…)

Read More

Hati-Hati Phising Email Dari PT.Bank Central Asia (BCA)

PERHATIAN kepada pihak yang terkait: Artikel ini tidak bertujuan dalam pencemaran nama baik, melainkan sebagai informasi kepada pengguna internet saat ini agar dapat berhati-hati dan juga sebagai informasi bagi pihak yang terkait untuk lebih berhati-hati dalam meningkatkan keamanan server.

Setelah kasus TAM Blackberry yang hampir serupa, saat ini kembali lagi kasus PT.Bank Central Asia yang dimana telah tersebar luas melalui jejaring sosial facebook tentang email phising yang mengatas-namakan humas@bca.co.id.

Saya pribadi percaya bahwa pihak PT.Bank Central Asia tidak melakukan hal tersebut akan tetapi kemungkinan besar adalah terjadi hack atau bagian dalam dari PT.Bank Central Asia.

Isi email memberitahukan tentang peningkatan performa dan mengarahkan nasabah (penerima email) untuk melakukan upgrade account.

(Terima kasih teman-teman yang sudah memberikan informasi ini)

Update rumor yang beredar saat ini adalah bahwa alamat email humas@bca.co.id telah ditangani oleh PT.Bank Central Asia, akan tetapi perlu dihimbau kepada pengguna internet untuk lebih berhati-hati dalam menerima email.

(more…)

Read More