Dalam dunia Internet khususnya Online Shop, sekarang ini lagi maraknya sistem Dropshipping. Dan tidak dipungkiri lama kelamaan sistem Reseller pun mulai jarang diminati.

Lalu sebagai pemilik perusahaan baju atau istilahnya First Hand, mana yang lebih baik?. Membuat sistem Reseller atau membuat sistem Dropshipping?.

Dari kacamata saya sebagai salah satu pengamat dunia Bisnis di Internet, masing-masing memiliki keuntungan tersendiri. Tapi akan lebih menarik lagi kalau perusahaan (first hand) mampu menyediakan 2 program tersebut.

Kenapa?

Alasannya simple,

  1. Dropshipping mampu memberikan peluang penghasilan kepada orang lain tanpa harus stock barang dan tanpa harus keluar modal banyak. Dengan begitu pihak perusahaan (first hand) juga menguntungkan karena barang sudah pasti terjual.
  2. Reseller mampu menciptakan kredibilitas perusahaan (first hand) tapi dengan sistem Reseller yang mengharuskan membeli beberapa pcs atau produk terlebih dahulu akan memberatkan orang lain yang ingin memulai usaha dengan modal yang pas.

Tapi kalau perusahaan (first hand) menyediakan 2 sistem tersebut, yang saya maksud Reseller dan Dropshipping, bisa dibayangkan bagaimana penjualan perusahaan (first hand) akan meningkat dan secara tidak langsung juga sudah membuka calon-calon NetPreneur, Entrepreneur.

Nah buat para Reseller dan Dropshipper, mana yang lebih menguntungkan?.

Tentunya kalau ada sistem Dropshipper, pemain atau istilahnya penjual (2nd hand) pasti akan mengambil sistem ini. Kenapa?. Karena tidak mengeluarkan biasa yang banyak, tidak perlu stok barang dan bisa beli per satuan. Betul?

Kalau sistem Reseller, kan harus ada minimal order misal 3pcs di awal dengan diskon yang ditentukan.

Dengan adanya sistem Dropshipping, apakah sistem Reseller akan masih bisa bertahan?. Silahkan Anda jawab sendiri. 🙂

-- Bagikan dengan shortlink: https://is.gd/YmWJWy
X