Transaksi di layanan e-commerce Indonesia sangat besar. Kepala Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran (DKSP) Bank Indonesia (BI), Filianingsih menyampaikan, BI memperkirakan transaksi e-commerce berkisar Rp 11 triliun sampai Rp 13 triliun per bulan. Transaksi ini mampu memacu pertumbuhan ekosistem pembayaran digital di tanah air.

Lebih lanjut Filianingsih menyebutkan, berbagai platform e-commerce bermunculan dan tumbuh dengan drastis beberapa tahun terakhir. Berdasarkan prediksi McKinsey, pertumbuhan e-commerce di Indonesia meningkat delapan kali lipat. Dari total belanja online senilai USD 8 miliar pada 2017 menjadi USD 55 miliar hingga USD 65 miliar pada 2020.

Mercy Simorangkir dari Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) menyebutkan perkembang pasar e-commerce itu, sekaligus mengubah gaya hidup masyarakat dalam sistem pembayaran. “Saat ini pembayaran secara elektronik lebih banyak diminati,” katanya dalam diskusi tentang peran e-commerce dalam industri pembayaran pigital di Jakarta Selasa (26/11).

Walaupun belanja dilakukan secara offline, seperti di pusat perbelanjaan, tetapi sebagian besar responden melakukan pembayaran secara elektronik. Persentasenya mencapai 70 persen. Pembayaran elektronik diminati baik oleh laki-laki maupun perempuan dan di semua kelompok usia.

Dia juga mengatakan, awareness atau perhatian masyarakat terhadap keberadaan e-commerce pun sudah cukup tinggi. Tingkat awareness kunjungan dan pembelian yang tinggi pada e-commerce telah mendorong pada cara pembayaran secara elektronik.

Hasil penelitian menyebutkan pembayaran yang paling banyak dilakukan ketika berbelanja online adalah dengan cara mentransfer uang melalui internet banking atau mobile banking sebanyak 37 persen.

Cara pembayaran berbasis mobile banking itu telah menggeser cara transfer melalui ATM di mana pembayaran berbasis ATM hanya sekitar 20 persen. Sementara itu, uang elektronik berada di urutan ketiga sebagai alat pembayaran ketika berbelanja di e-commerce.

Menariknya, pembayaran dengan cara tersebut banyak dilakukan ketika berbelanja di e-commerce. Kebiasaan ini menunjukkan bahwa konsumen telah memanfaatkan sistem pembayaran nontunai dalam transaksinya.

Hal ini tentunya membuka peluang layanan keuangan berbasis teknologi untuk terus berkembang di Indonesia, salah satunya industri pembayaran digital. Joshua Dharmawan dari Indonesia E-commerce Assoctiation (IdeA) mengatakan, uang elektronik diprediksi akan semakin banyak diminati dalam setahun mendatang.

Uang elektronik bakal menggeser cara transfer melalui internet banking atau mobile banking yang saat ini paling banyak dilakukan. Selain itu pemanfaatan sistem pembayaran digital pun mendukung masyarakat dalam menggunakan transportasi online, parkir, membayar tol.

Kemudian juga untuk membeli makanan hingga transaksi di berbagai e-commerce. Tentu ada banyak aspek dan pihak yang terlibat di dalamnya, sehingga perlu diketahui publik.

Source: https://www.jawapos.com/ekonomi/26/11/2019/bi-sebut-transaksi-e-commerce-di-indonesia-capai-rp-13-t-per-bulan/

Shares

 BONUS UNTUK ANDA! 

Siapa lagi yang mau mendapatkan BONUS
2 VIDEO + EMAIL SERIES dari saya yang akan membantu MEMAHAMI BISNIS ONLINE dan MENGHASILKAN UANG DI INTERNET dengan TEPAT & BENAR?.
close-link
Jangan Dibuka!
X