Sudah siap menghadapi resesi ekonomi?. Berdasarkan informasi dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 minus 3,49%. Itu berarti, Indonesia resesi!,

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, ekonomi Indonesia pada kuartal III ini minus 3,49% secara year on year (tahun ke tahun) dibandingkan dengan periode yang sama 2019. Kok bisa?.

Saran saya, baca artikel saya sebelumnya tentang: Penyebab Resesi Ekonomi 2020 di Indonesia.

Saat ini angka pertumbuhan ekonomi sedang tidak stabil, dimana sempat menyentuh angka 5,32% pada bulan April 2020, tetapi menjelang September 2020, pertumbuhan justru memasuki periode negatif. Belum lagi ditambah dengan nilai kurs rupiah terhadap dollar yang melemah.

Bisa dikatakan kalau benar-benar terjadi, maka semua pemilik bisnis dan perusahaan harus siap menghadapi kondisi seperti tahun 1998 dan semoga tidak separah tahun 1998.

Oleh karena itu, untuk mengantisipasi kondisi bisnis dan perusahaan Anda, saya akan berikan cara mengatur keuangan bisnis saat resesi ekonomi nantinya.

#1 Perhatikan Value Bisnis Anda

Saat kondisi memasuki masa resesi ekonomi, saya sangat yakin hal yang akan dihadpi oleh pemilik bisnis dan perusahaan cuma ada 3 (tiga) yaitu, maju, bertahan sekuat mungkin atau mundur (bangkrut). Akan tetapi, sisi lain, saya percaya bahwa biasanya demi perusahaan hingga kegiatan bisnis tetap berjalan maka pemilik bisnis akan melakukan segala cara agar bisa survive. Kalau benar bahwa survive adalah tujuan Anda, maka Anda harus perhatikan tentang jumlah produksi, jumlah distribusi, serapan konsumsi dan sebagainya.

Di masa resesi ekonomi nantinya, ketika Anda baca artikel ini, saya ingin ingatkan bahwa penting untuk memahami keseluruhan bisnis Anda.

Tujuannya adalah agar bisnis atau perusahaan Anda tidak jatuh dan tentu semua keputusan harus dipertimbangkan dengan sangat matang.

#2 Berani Menerima dan Mengelola Perubahan

Setelah mengetahui value bisnis Anda, maka selanjutnya Anda harus berani bahkan siap menerima dan mau mengalami perubahan.

Kalau eranya ternyata adalah memasuki era digital, maka mau tidak mau, Anda harus menerimanya dan berani membuat sebuah perubahan sistem dalam bisnis Anda yang sebelumya konvensional, sekarang beralih ke online. Kalau sebelumnya meeting harus ketemu secara langsung di sebuah lokasi, sekarang harus meeting dengan menggunakan teknologi video call atau video conference.

Contoh lainnya adalah misalnya ternyata produk terbaru tidak perlu dikeluarkan, maka maksimalkan dengan penjualan paket. Kalau diperlukan untuk jual dengan margin sedikit, lakukan! yang penting ada pemasukan.

Mungkin sekarang saatnya Anda bisa menetapkan berapa karyawan yang perlu bekerja dari rumah dan bekerja dari kantor, atau Anda dapat juga bisa menetapkan sistem shift agar bisnis tetap berjalan.

Yang ingin saya sampaikan pada point kedua ini adalah Anda harus siap menghadapi segala perubahan, rintangan maupun tantangan dalam bentuk apa pun.

#3 Maksimalkan Kinerja SDM

Ketika resesi ekonomi melanda maka yang Anda perlu siapkan juga adalah bagaimana Sumber Daya Manusia (SDM) Anda akan menghadapi resesi ekonomi.

Saran saya, bentuk tim yang bisa mempercepat akselerasi bisnis. Tidak perlu banyak karena yang penting adalah kerja menjadi efektif. Yang paling penting adalah sebagai pemilik bisnis, Anda perlu mendengarkan keluhan dari sumber daya manusia (SDM) Anda.

Catatan tambahan dari saya adalah, penting untuk memenuhi kebutuhan pokok SDM Anda dimasa resesi ekonomi terjadi, agar SDM bisa loyal kepada Anda dan perusahaan.

#4 Long-terms Business Plan

Sering sekali saya melihat pemilik bisnis yang menyusun rencana bisnis dalam jangka pendek. Tetapi ada juga pemilik bisnis yang memiliki rencana jangka panjang.

Sebelum memasuki resesi ekonomi, ada baiknya membuat rencana jangka panjang. Karena Anda tidak akan tahu seberapa lama resesi ekonomi. Apakah bergantung pada pandemi?. Tidak ada yang pasti. Bukan hanya dalam hal pandemi, melainkan dalam menjalankan bisnis, idealnya Anda harus memiliki rencana jangka panjang.

Oleh karena itu, perhatikan dengan detail bisnis Anda. Fungsikan karyawan dengan baik. Maksimalkan mereka yang pro-aktif bukan yang pasif. Bangun tim secara efisien sehingga kondisi perusahaan, terutama keuangan, tetap terjaga.

Semoga artikel saya tentang cara mengatur keuangan bisnis saat resesi ekonomi ini, bisa bermanfaat untuk Anda dan membuat bisnis Anda semakin berkembang sekalipun resesi ekonomi sedang terjadi.


-- Bagikan dengan shortlink: https://is.gd/kY50Vl
X