Belakangan ini media dipenuhi dengan pernyataan dari Menteri Keuangan kita, ibu Sri Mulyani Indrawati tentang Indonesia Fix Mengalami Resesi Akhir September 2020.

Benarkah Indonesia Fix Mengalami Resesi Akhir September 2020?. atau Indonesia sedang ‘dikeloni‘ layaknya anak kecil, dengan pernyataan awal seakan-akan ‘semua baik-baik saja‘?.

Sejak Agustus 2020, dalam artikel Saatnya UMKM Di Indonesia Harus Bangkit dan Naik Kelas!, saya sudah membuat sebuah kampanye kecil tentang #UKMBangkitNaikKelas sebagai bentuk dukungan saya terhadap industri UKM yang akan menghadapi resesi ekonomi 2020, dan saya katakan bahwa roda perekonomian saat ini ada di industri UMKM.

Pada bulan September 2020 awal, saya sudah memberikan sinyal bahwa Indonesia sudah masuk dalam resesi, yang saya bahas dalam artikel Resesi Indonesia 2020 – Penyebab dan Solusi.

Bahkan Bursa Efek Indonesia (BEI) atau IDX (Indonesia Stock Exchange) juga sudah memberikan sinyal yang mereka terbitkan melalui artikel di IDX Channel melalui artikel yang berjudul Indonesia Resesi Teknikal, Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Minus 5,32 Persen pada tanggal 5 Agustus 2020.

Sumber: https://www.idxchannel.com/market-news/indonesia-resesi-teknikal-pertumbuhan-ekonomi-kuartal-ii-minus-532-persen

Lalu kita, masyarakat Indonesia, lagi-lagi ‘dikeloni’ dengan pernyataan awal seakan-akan ‘semua baik-baik saja’ melalui pernyataan dikutip dari Kompas.com bahwa Sri Mulyani optimistis pada kuartal IV perekonomian masih bisa tumbuh positif dan memasuki kuartal III baru keluar pernyataan jujur bahwa Indonesia resmi resesi akhir September 2020?.

Indonesia Sudah Resesi!

Saya katakan bahwa sejak memasuki bulan Agustus 2020, Indonesia sudah resesi!. Sudah cukup Indonesia ‘dikeloni’ seperti anak kecil, sekarang waktunya Indonesia diberikan K.P.K dalam ekonomi, yaitu Kepastian, Persiapan dan Kemajuan.



-- Bagikan dengan shortlink: https://is.gd/NKQJO9
X