Munculnya beragam situs jejaring sosial (social networking) saat ini ternyata tidak hanya memudahkan masyarakat untuk menjalin pertemanan melalui dunia maya.

Seperti dalam Facebook dan Twitter yang memiliki ribuan bahkan jutaan pengguna di seluruh dunia, kini telah memiliki fungsi lain, yakni sebagai media promosi.

Hal itu cukup memberikan angin segar bagi usaha branding produk melalui jejaring sosial yang bisa mendongkrak omset penjualan atau citra produk maupun orang. Seperti apa peluang dan keuntungan usaha ini?

Banyak jejaring sosial yang diminati para pelaku usaha jasa branding produknya, seperti Facebook, Twitter, hingga yang terbaru adalah Instagram. Tentu saja, peran pentingnya tidak bisa dilepas begitu saja dari tool pemasaran yang lain.

Berbagai tool itu saling terintegrasi. Dan akun jejaring sosial yang paling banyak dipakai oleh para pelaku usaha jasa branding ini adalah akun Twitter.

Pengguna Twitter di Indonesia saat ini lebih dari 8 juta orang, dan Indonesia menyumbang 15% lebih pengguna Twitter dunia. Makanya, tak mengherankan, setiap ada kejadian apa pun, obrolan Twitter Indonesia selalu menjadi trending topic.

Kepopuleran dan keefektifan waktu respon para konsumen Twitter juga digunakan oleh Andhika Wijaya Kurniawan, pemilik AWK Education & Consulting. “Selama saya melakukan branding terhadap produk ataupun orang melalui Twitter, respons yang diberikan para konsumen lebih cepat ketimbang akun jejaring lainnya,” jelasnya.

Target pasar usaha jasa branding ini, bisa membidik perusahaan-perusahaan atau pelaku UKM yang sudah besar. Hal tersebut dikarenakan semakin besar sebuah usaha ataupun perusahaan, akan semakin membutuhkan pemasaran dan marketing yang lebih luas.

Untuk memperkenalkan jasa branding produk ataupun orang via online dan jejaring sosial, bisa dilakukan dengan mempromosikannya secara online yakni pengenalan melalui website, Facebook, hingga Twitter. Selain itu juga bisa melakukan promosi dengan menyebarkan brosur hingga beriklan di berbagai media, baik media online ataupun offline seperti media cetak dan elektronik. Pendekatan langsung ke perusahaan besar maupun UKM dengan mengajukan proposal dan mempresentasikan keunggulan dari usahanya juga perlu dilakukan agar konsumen bisa mendapatkan bukti yang real dari usaha tersebut.

Dalam menjalankan usaha ini tidak dibutuhkan modal yang banyak, pelaku usaha hanya memerlukan perlengkapan sederhana seperti perangkat komputer dan modem saja.

Karena usaha ini berhubungan dengan online, maka tidak diperlukan tempat dan perlengkapannya di awal usaha. Meskipun dapat dijalankan dengan modal yang kecil, namun pelaku usaha harus lebih dulu aktif di dunia jejaring sosial. Hal tersebut agar membentuk popularitas dan portofolio usahanya di mata konsumen.

Peluang yang sangat besar dengan omset hingga ratusan juta rupiah dan keuntungan yang tinggi hingga 80% dalam menjalankan usaha jasa branding via jejaring sosial dipastikan sangat menarik perhatian Anda untuk segera menjalankannya.

Jadi, jangan lewatkan berbagai ulasan dan informasi bermanfaat mengenai usaha ini, yang bisa Anda dapatkan dari lembaran-lembaran tabloid Peluang Usaha Edisi 18 Tahun VIII yang terbit 14 Juni 2013 pada halaman 29 – 31.

Terima kasih kepada: Fajar Putranto, Okky MarthaJaka Marsita

Shares
X