Wacana tentang peraturan perdagangan online memang bukan hal yang baru lagi. Kalau tidak salah, tahun 2012 pemerintah juga mengatakan sedang mempersiapkan aturan perdagangan untuk eCommerce/bisnis online/transaksi online, yang akhirnya dikeluarkan wacana penerbitan PP PSTE (Peraturan Pemerintah Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik) yang pernah saya tulis dalam artikel saya “PP PSTE Terbit! Bagaimana Nasib Pemilik Toko Online?” walaupun sampai saat ini saya belum mendapatkan kabar terbaru tentang PP PSTE ini.

Image source: Kemendag.go.id

Dalam kondisi lagi meeting dengan klien, saya mendapatkan mention dari salah satu followers twitter saya tentang “Kementerian Dagang Indonesia Siapkan Aturan Perdagangan Online”.

Di dalam tweet tersebut, disertakan link video dari official youtube Berita Satu TV,

Setelah menyaksikan informasi ini melalui gadget, akhirnya saya mencoba mengunjungi langsung situs official dari Kementerian Dagang Indonesia yang tujuannya adalah untuk berkomunikasi melalui email untuk menanyakan hal ini.

Dan ternyata pernyataan tentang aturan perdagangan online ini telah dibahas dalam News Room “Kemendag Segera Terbitkan Aturan Teknis Perdagangan Online”, berarti memang akan segera diterbitkan dalam waktu dekat dan akan dimasukan dalam Undang-undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

Jika peraturan ini memang benar diterbitkan, maka setiap masyarakat Indonesia baik perorangan, Usaha Mikro dan Usaha Menegah yang menjalankan transaksi secara online harus memiliki legalitas usaha dan terdaftar dalam pajak.

Apakah peraturan perdagangan online ini akan efektif?.

Kalau menurut pengamatan dan opini pribadi saya, peraturan perdangan online ini mungkin bisa efektif tapi mungkin juga tidak bisa efektif.

Sangat efektif bagi yang memang ingin serius menjalankan bisnis secara online/transaksi online dengan benar yaitu memiliki professional web, legalitas usaha dan terdaftar dalam pajak.

Tidak efektif bagi perorangan yang memang masih mencoba-coba mencari penghasilan dengan memanfaatkan internet sebagai media.

Semoga sebelum benar-benar menerbitkan Aturan Teknis Perdagangan Online,  Kementerian Dagang Indonesia benar-benar sudah matang dalam segala hal.

Shares
X