Blog memang masih menjadi salah satu alternatif banyak orang untuk bersosialisasi bahkan untuk mengembangkan usaha. Mereka yang memanfaatkan blog sebagai media sosialisasi dan networking dengan saling bertukar komentar pada sebuah konten atau tulisan, biasanya disebut blogger.

Ketika Anda sedang mencari sebuah informasi, mungkin Anda sering mengarah pada sebuah blog yang dimana konten atau tulisannya berdasarkan informasi yang sedang Anda cari. Dan atau mungkin juga Anda nyasar ke sebuah blog yang kata kuncinya sesuai akan tetapi konten atau tulisannya tidak sesuai. Apapun itu, adalah cara mereka untuk bisa mendapatkan pengunjung yang organik walaupun harus melakukan copy paste untuk bersaing dengan blogger lain.

Atau pernahkah Anda mengarah pada sebuah blog yang mengandung unsur porno atau SARA?. Khususnya tentang SARA, ada banyak blog yang akan Anda temui di search engine dengan berbagai jenis tulisan halus maupun kasar, menyindir ataupun mengkritik dan sebagainya.

Apakah itu diperbolehkan dalam dunia blogging yang dimana tujuannya adalah sebagai media sosialisasi dan networking?.

Sebelum Anda mulai membuat sebuah tulisan pada blog, di dalam dunia blogging ada 4 Etika Penulisan Blog yang harus Anda ketahui.

Pencantuman Sumber Tulisan

Sebagai penulis, kita sudah seharusnya menghargai hasil karya dari penulis lainya. Apabila kita menulis berdasarkan referensi yang didapat pada artikel penulis lain, maka sudah seharusnya kita mencantumkan sumber secara tranparan.

Sebenarnya dengan membaca dari berbagai sumber dan ditambah dengan pengetahuan yang kita miliki, kita dapat menulis tanpa harus copy paste artikel orang lain.  Jadi, jika kita ingin meneruskan tulisan orang lain yang kita anggap bermanfaat, maka cantumkan sumber artikel secara transparan atau sebutkan nama si penulis.

Pencantuman sumber tulisan ini juga berlaku pada social media berupa text maupun gambar baik di twitter, facebook, instagram, path dan lainnya.

Tidak Melanggar Hak Cipta

Hal terpenting yang harus diperhatikan dan digaris-bawahi adalah banyak blog yang melanggar Hak Cipta dimana banyak blog yang menyertakan link ke suatu file berupa lagu, buku elektronik (eBook), software, film atau hasil karya lain yang sebenarnya memiliki atau terlindungi oleh Hak Cipta si pemilik.

Di akui bahwa memang ada banyak perdebatan mengenai Hak Cipta dalam dunia internet. Akan tetapi sebagai penulis, ada baiknya tidak melanggar Hak Cipta. Kalau pun kita ingin membagikan hal yang bermanfaat, cukup tuliskan bahwa file ini memiliki Hak Cipta yang disertai sumber file (kembali pada Pencantuman Sumber Tulisan).

Tidak Mengandung Unsur SARA

Permasalahan SARA memang sangat rentang dan dapat menimbulkan pertentangan yang akan berakibat buruk. Apalagi jika hal SARA ditulis dalam media online yang bersifat mudah menyebar.

Pemahaman orang-orang tentang hal ini tentu saja berbeda-beda berdasarkan latar belakang orang yang membacanya.

Keaneka-ragaman akan pemikiran tersebut akan dapat menyulut permasalahan SARA yang ditulis dalam suatu blog menjadi masalah yang serius dan susah terkendalikan.

Karena itu, jika Anda ingin menulis hal yang mengandung SARA, ada baiknya ditambahkan dengan kata-kata “Menurut saya” yang dimana pembaca akan beranggapan bahwa hal ini adalah sebagai opini, bukan penuduhan ataupun pencemaran.

Tidak Berbau Pornografi

Jika ingin mendapatkan ranking tertinggi dan visitor terbanyak, artikel atau konten yang berbau pornografi adalah hal yang dapat mendongkrak visitor blog Anda. Karena itu, banyak konten blog yang berlomba-lomba mencari berita ataupun kejadian yang mengandung pornografi.

Ada suatu hal yang perlu diingat sebagai penulis blog. Bahwa blog kita dapat diakses oleh siapapun tidak terkecuali oleh anak dibawah umur. Memang benar bahwa penyedia layanan hosting blog seperti WordPress.com pun telah merilis aturan bahwa telah melarang adanya unsur pornografi dan akan memberi sanksi kepada penulis yang melanggar, berupa akun blog di suspend secara sepihak.

Search engine khususnya Google dimana merupakan search engine terbesar di dunia, bahkan menyatakan bahwa mereka lebih menyukai artikel ataupun konten yang segar (fresh content) dibandingkan dengan konten yang di copy paste tanpa editing.

Semoga artikel tentang 4 Etika Penulisan Blog ini dapat memberikan wawasan dan manfaat bagi Anda.

Shares
X