Perkembangan eCommerce di Indonesia, bisa dikatakan sangat pesat. Saya percaya bahwa hampir setiap detik, akan ada eCommerce baru di Indonesia.

Perkembangan ini bisa dilihat dari munculnya pelaku bisnis yang melakukan transaksi online secara langsung maupun tidak langsung. Dalam arti, transaksi online menggunakan web toko online dengan full sistem online atau transaksi online dengan sistem manual seperti pemesanan via sms/bbm dan sebagainya.

Kalau dikatakan masyarakat Indonesia belum siap untuk melakukan belanja secara online, justru berdasarkan pengamatan saya, masyarakat Indonesia sudah sangat siap untuk menuju era transaksi secara online.

Katakan saja, Lazada Indonesia mampu mendapatkan transaksi yang bisa dikatakan cukup besar nilainya, kemudian beberapa toko online yang menjual Hijab, juga mampu meraup penghasilan cukup besar secara online.

Bahkan sahabat saya sendiri @DennySantoso bersama istrinya, menghasilkan penghasilan yang cukup besar dari produk beauty yang dipasarkan dan dijual secara online.

Berarti masyarakat Indonesia bukan lagi siap menuju era transaksi online melainkan sudah siap untuk transaksi online.

Permasalahan dalam transaksi online, umumnya ada 2 hal yaitu kepercayaan dalam bertransaksi dan kebenaran akan kualitas produk yang dijual. Sedangkan mengenai harga dan sistem pengiriman adalah permasalahan urutan yang kesekian.

Bukti lainnya adalah VIP Training TOKO ONLINE SAKTI selama 5x saya adakan, selalu penuh. Berarti masyarakat Indonesia sudah paham tentang eCommerce dan bukan lagi hal yang tabu.

Kenapa mereka menunda untuk melakukan pemesanan?

Bagi sebagian toko online, mungkin bingung dengan pengunjung yang datang tapi hasilnya NOL. Sudah mencoba berbagai cara untuk optimasi, tapi hasilnya juga NOL.

Bahkan yang tragisnya, pelaku bisnis online yang punya web toko online, kalah dengan pelaku bisnis online yang modalnya hanya social media intagram, facebook dan twitter. 🙂

Yang harus Anda pahami dari perilaku masyarakat Indonesia tentang sebelum mereka melakukan belanja Online adalah mereka selalu mencari-cari kebenaran akan toko online dan jumlah transaksi toko online.

Tingkat penipuan belanja online di Indonesia termasuk cukup parah. Bayangkan pelaku bisnis online barang elektornik yang jujur, menjadi imbas ketidak-percayaan karena banyaknya penipuan dalam penjualan barang elektronik.

Salah satu sahabat sekaligus menjadi klien saya, memiliki strategi khusus tentang menjual barang elektronik komputer hingga televisi secara online melalui web toko online beliau, yaitu pentingnya testimonial dari para pembeli yang valid, bukan yang dibuat-buat dan kepastian pengiriman yang valid, bukan yang menunda-nunda dengan berbagai trik dan alasan.

Benar!. Perilaku belanja online dari masyarakat Indonesia yang pertama adalah melihat jumlah transaksi toko online, yang berarti semakin banyak screenshot testimonial atau testimonial secara nyata dari konsumen, maka toko online dianggap memiliki kepercayaan atau dipercaya, dengan begitu secara otomatis konsumen tidak akan takut untuk belanja online di toko online Anda.

Kedua, masyarakat Indonesia saat ini sudah tidak bodoh!. Mereka sudah mengetahui cara mencari kebenaran atau validnya sebuah toko online. Kecuali mereka yang masih baru mengenal dunia online, umumnya remaja.

Kenapa berniaga dan tokobagus berani mengeluarkan investasi besar-besaran melalui media visual?. Tujuannya adalah membangun brand usaha.

Yang berarti perilaku belanja online masyarakat Indonesia yang ketiga adalah melihat pentingnya brand sebuah usaha. eCommerce yang baru buka, bukan berarti tidak memiliki brand yang kuat, melainkan mereka harus mampu bersaing dengan brand yang sudah terbentuk lebih dahulu. Ketika brand sudah terbentuk, secara otomatis transaksi akan meningkat karena sudah dikenal.

Ke-empat, perilaku belanja masyarakat Indonesia adalah tergantung rekomendasi dari teman, sahabat, keluarga dan atau kolega. Seorang mahasiswi yang saya kenal, lebih suka belanja online dari toko online yang direkomendasikan oleh teman-temannya daripada belanja online tanpa kepastian. Kenapa?. Karena sudah melihat bukti nyata pengiriman barang dari toko online tersebut berada ditangan temannya. Tidak heran, kalau eCommerce yang baru, berusaha meminta endorse dari public figure. Tujuannya adalah agar dipercaya oleh calon konsumen.

Empat perilaku masyarakat Indonesia terhadap eCommerce ini merupakan pengamatan saya selama ini dan bukan berarti hanya ada empat perilaku belanja online, masih ada perilaku lainnya yang saya belum bisa bagikan karena masih dalam pengamatan saya.

Semoga artikel saya tentang “Perilaku Masyarakat Indonesia Dalam Belanja Online” dapat bermanfaat bagi teman-teman pelaku bisnis online khususnya toko online.