Jadi Penasihat E-Commerce Indonesia, Jack Ma Tidak Datang sebagai Perusahaan China. Mungkinkah?.

Setelah mendengar kabar kemarin pagi tentang Jack Ma akan dijadikan penasihat E-Commerce oleh pemerintahan Republik Indonesia, saya masih berpikir bahwa mungkin ini hanya wacana pemerintah saja.

Kenapa saya asumsi hanya wacana?. Karena setelah Tokopedia mendapatkan dana Rp. 14,7 Triliun dari Alibaba Group, langsung beredar bahwa Jack Ma akan dijadikan penasihat e-commerce oleh pemerintah Republik Indonesia.

Ternyata tadi pagi saya mendapatkan kabar pasti bahwa Jack Ma Resmi Jadi Penasihat E-Commerce Indonesia dan tanpa lama, saya langsung buka beberapa media berita online yang up-to-date dan hasilnya ternyata benar bahwa Jack Ma Resmi Jadi Penasihat E-Commerec Indonesia.

Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Menkominfo Rudiantara saat bertemu dengan Founder Alibaba Group, Jack Ma

Salah satunya, berikut ini saya kutip dari media berita Okezone.com.


JAKARTA – Pemerintah Indonesia secara resmi mengundang Jack Ma untuk menjadi salah satu penasihat atau steering commite untuk Roadmap e-Commerce di Indonesia.

Keberadaan bos Alibaba tersebut diharapkan mendorong pemanfaatan perkembangan teknologi informasi tersebut. Undangan tersebut disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara saat bertemu langsung dengan Jack Ma di Beijing, China. Dalam pertemuan tersebut, Rudiantara didampingi Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Dubes RI untuk China Soegeng Rahardjo. Sedangkan Jack Ma ditemai Angel Zhao, VP Alibaba Group.

Pertemuan merupakan tindak lanjut atas dirilisinya Peraturan Presiden tentang Peta Jalan Sistem Perdagangan Nasional Berbasis Elektronik (SPNBE) atau Roadmap e-Commerce.

Kata Jack, dia akan datang bukan sebagai perusahaan Tiongkok, namun akan mengembangkan ekosistem agar UMKM, masyarakat sub-urban, dan pedesaan, khususnya di negara berkembang, bisa mendapat nilai tambah ekonomi dengan memanfaatkan perkembangan teknologi,” ujar Rudiantara.

Rencana menggandeng Jack Ma sebenarnya telah terwujud pada September 2016. Jack MA secara prinsip telah menyetujui menjadi penasihat e-commerce di Indonesia.

Komitmen ini disampaikan saat Jack Ma ditemui Presiden Joko Widodo di sela-sela kunjungan kenegaraan ke China. Namun saat itu Rudiantara mengatakan Jack Ma baru akan terlibat seusai terbentuknya Perpres tentang Roadmap e-Commerce Indonesia. Untuk diketahui, Perpres tentang Roadmap e-Commerce Indonesia telah ditetapkan di Jakarta dan ditandatangani oleh Presiden RI Joko Widodo pada 21 Juli 2017.

Perpres tersebut merupakan bukti keseriusan pemerintah dalam mendorong pencapaian ekonomi digital senilai USD $130 Miliar pada 2020 mendatang. Pemerintah meyakini Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.

Sumber: http://economy.okezone.com/read/2017/08/23/320/1761436/jadi-penasihat-e-commerce-indonesia-jack-ma-tidak-datang-sebagai-perusahaan-china


Setelah mendapatkan informasi tersebut, saya langsung berkata dalam hati “Mungkin Pemerintah Republik Indonesia kurang piknik“.

Kenapa sampai penasihat E-Commerce saja di-import dari China?.

Ada begitu banyak CEO perusahaan E-Commerce di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini yang sering diundang sebagai pembicara karena sukses membangun E-Commerce di Indonesia, apakah tidak ada satu pun yang memiliki kualifikasi sebagai penasihat untuk E-Commerce di Indonesia sampai harus import dari China?.

Jika beliau baca artikel ini, saya berharap bisa diundang oleh bapak Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, bersama beberapa pengusaha e-commerce di Indonesia untuk duduk mendengarkan pemikiran beliau tentang keputusan menjadikan Jack Ma sebagai penasihat E-Commerce Indonesia dan rencana pemerintah dalam memajukan industri digital Indonesia serta meyakini Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. 🙂

Shares
X