AWK Andhika Wijaya Kurniawan
Beranda/Corporate Training/Digital Selling

CORPORATE IN-HOUSE TRAINING

Digital Selling Training.
Percakapan yang relevan.
Peluang yang lebih terarah.

Bekali tim sales dengan cara menemukan prospek, membuka percakapan, dan mengelola follow-up melalui kanal digital—dengan proses yang bisa dipraktikkan bersama.

Diskusikan kebutuhan tim Lihat materi program ↓

TANTANGAN DI LAPANGAN

Tim sudah aktif.
Apakah prosesnya
sudah terarah?

Tim mengirim pesan setiap hari, membalas pertanyaan, dan menindaklanjuti penawaran. Namun, aktivitas yang terlihat sibuk belum selalu memberikan gambaran tentang kualitas peluang. Pesan bisa terlalu umum, kebutuhan pelanggan belum tergali, atau tindak lanjut berjalan tanpa kesepakatan yang jelas. Ketika proses berbeda pada setiap orang, manajer juga kesulitan melihat bagian mana yang perlu dibantu.

Corporate training Digital Selling membantu perusahaan meninjau cara tim bekerja di kanal digital. Pembahasan dimulai dari situasi nyata: bagaimana prospek dipilih, apa yang disampaikan saat menghubungi, informasi apa yang perlu diketahui, dan bagaimana percakapan diteruskan. Dengan dasar bersama, anggota tim dapat belajar dari contoh yang serupa dan mengembangkan kebiasaan kerja yang lebih konsisten.

Program ini diarahkan untuk membangun kemampuan yang dapat dipraktikkan. Peserta tidak hanya menerima konsep, tetapi juga menyusun pesan, mencoba pertanyaan, membahas keberatan, dan merancang tindak lanjut. Kasus serta prioritas latihan ditentukan berdasarkan kebutuhan perusahaan agar waktu pembelajaran digunakan untuk persoalan yang relevan bagi pekerjaan peserta.

SIAPA YANG DAPAT MENGIKUTI

Satu arah kerja.
Untuk peran yang saling terhubung.

01 / SALES & ACCOUNT

Tim yang berhadapan
dengan pelanggan.

Untuk sales representative, account executive, account manager, dan tim layanan yang ikut mengembangkan peluang. Fokus latihan dapat diarahkan pada pendekatan awal, penggalian kebutuhan, penjelasan nilai, dan tindak lanjut. Peserta membawa konteks pekerjaannya agar latihan lebih dekat dengan jenis percakapan yang mereka hadapi setiap hari.

02 / BUSINESS DEVELOPMENT

Tim yang membuka
peluang baru.

Untuk tim yang mencari akun, menjalin hubungan, atau membuka pasar. Pembahasan dapat menekankan pemilihan prospek, riset konteks, pesan pembuka, dan langkah menuju pertemuan yang relevan. Tujuannya membantu peserta memiliki dasar yang lebih jelas ketika menentukan siapa yang dihubungi dan alasan memulai percakapan.

03 / SALES LEADERSHIP

Pemimpin yang
membangun konsistensi.

Untuk supervisor, sales manager, dan pemilik bisnis yang mendampingi tim. Materi dapat mencakup indikator proses, kualitas catatan peluang, dan bahan review percakapan. Dengan bahasa kerja yang sama, manajer memiliki titik awal untuk memberi umpan balik yang spesifik serta menghubungkan aktivitas harian dengan kebutuhan pembelajaran anggota tim.

RUANG LINGKUP PEMBELAJARAN

6 materi Digital Selling.
Untuk tim sales perusahaan.

Setiap materi dilengkapi latihan, hasil kerja peserta, dan tujuan kemampuan yang jelas. Prioritas serta kedalamannya disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

01 / TARGET & PELUANG

Smart Prospecting: Temukan Prospek Potensial

Peserta belajar menyusun profil pelanggan ideal, menemukan prospek melalui kanal digital, dan menilai kecocokan kebutuhan serta peran pengambil keputusan.

Yang didapat peserta

Kriteria prospek, daftar prioritas pendekatan, dan kerangka riset singkat untuk memahami calon pelanggan.

Goal materi

Peserta mampu memilih prospek berdasarkan alasan bisnis yang jelas, lalu menentukan pendekatan awal yang relevan.

02 / PROFIL & KREDIBILITAS

Build Trust Before You Sell

Peserta belajar memperjelas profil profesional, menyampaikan nilai produk atau layanan, dan memilih bukti pendukung yang relevan bagi calon pelanggan.

Yang didapat peserta

Draft pengenalan diri, ringkasan nilai penawaran, dan checklist profil digital yang mendukung kredibilitas.

Goal materi

Peserta mampu menjelaskan siapa yang mereka bantu dan nilai yang ditawarkan secara singkat, konsisten, dan mudah dipahami pelanggan.

03 / PROSPECTING & PERCAKAPAN

First Message That Matters

Peserta berlatih menyusun pesan pembuka yang personal dan relevan dengan konteks calon pelanggan, serta memilih ajakan melanjutkan percakapan yang wajar.

Yang didapat peserta

Contoh pesan untuk kontak baru, koneksi lama, dan prospek masuk, disertai kerangka personalisasi.

Goal materi

Peserta mampu menyusun pesan pendekatan yang memiliki konteks, alasan menghubungi, dan langkah berikutnya yang jelas.

04 / DISCOVERY & KEBUTUHAN

Discovery to Value: Gali Kebutuhan, Bangun Nilai

Peserta berlatih mengajukan pertanyaan, mendengarkan, mengonfirmasi kebutuhan, dan menghubungkan persoalan pelanggan dengan nilai solusi perusahaan.

Yang didapat peserta

Panduan pertanyaan discovery, format catatan kebutuhan, dan latihan merangkum masalah serta prioritas pelanggan.

Goal materi

Peserta mampu menjalankan simulasi discovery dan menyampaikan rekomendasi berdasarkan kebutuhan yang terkonfirmasi.

05 / FOLLOW-UP & KEBERATAN

Follow-Up to Close: Gerakkan Keputusan

Peserta mempelajari tindak lanjut setelah percakapan atau penawaran, cara mengklarifikasi keberatan harga maupun waktu, serta cara meminta komitmen langkah berikutnya.

Yang didapat peserta

Rangkaian follow-up untuk beberapa skenario, kerangka respons keberatan, dan contoh ajakan menuju meeting atau keputusan.

Goal materi

Peserta mampu menindaklanjuti peluang secara terarah, memahami alasan keberatan, dan menyepakati next step tanpa menekan pelanggan.

06 / PIPELINE & EKSEKUSI

Pipeline in Motion: Dari Aktivitas ke Peluang

Peserta belajar menetapkan tahap peluang, mencatat informasi penting, menentukan penanggung jawab, dan menyusun prioritas aktivitas harian melalui spreadsheet atau CRM yang digunakan perusahaan.

Yang didapat peserta

Contoh struktur pipeline, checklist informasi peluang, serta rencana implementasi dan bahan review bersama manajer.

Goal materi

Peserta mampu memperbarui status peluang beserta tindakan berikutnya, sehingga manajer dapat meninjau kemajuan dan memberi coaching yang spesifik.

CARA BELAJAR

Bahas konteksnya.
Latih percakapannya.
Tentukan tindakannya.

Program dapat disusun sebagai pembelajaran yang menggabungkan penjelasan kerangka, pembahasan contoh, latihan individu atau kelompok, dan umpan balik. Format yang dipilih mengikuti tujuan perusahaan serta pengalaman peserta. Tim yang baru membangun proses akan memiliki kebutuhan berbeda dari tim yang ingin memperbaiki tahap tertentu dalam siklus penjualannya.

Sebelum pelaksanaan, perusahaan dapat menjelaskan alur penjualan, kanal yang digunakan, karakter pelanggan, dan tantangan yang paling sering muncul. Informasi tersebut membantu menentukan skenario latihan. Selama sesi, peserta diajak menjelaskan alasan di balik pendekatannya, mencoba alternatif, dan menilai apakah pesan atau tindakan tersebut memudahkan pelanggan memahami langkah berikutnya.

Penutupan pembelajaran diarahkan pada prioritas implementasi. Peserta merangkum hal yang perlu diubah, bahan yang perlu disiapkan, dan kebiasaan yang akan dilanjutkan. Bila dibutuhkan, ruang lingkup pembahasan bersama manajer dapat disepakati sejak awal agar hasil latihan memiliki tempat dalam rutinitas review tim setelah program selesai.

OUTPUT YANG DITUJU

Bawa pulang bahan kerja.
Lanjutkan di aktivitas sehari-hari.

01

Kriteria prospek

Kerangka pelanggan ideal, indikator kecocokan, dan alasan menentukan prioritas pendekatan.

02

Kerangka pesan

Contoh pembuka dan pertanyaan discovery yang disusun dari konteks produk serta pelanggan perusahaan.

03

Panduan follow-up

Rancangan tindak lanjut untuk situasi yang sering dihadapi, beserta tujuan dan langkah berikutnya.

04

Rencana penerapan

Prioritas tindakan, catatan pipeline, dan bahan review yang dapat dibahas kembali bersama manajer.

Output akhir mengikuti ruang lingkup program yang disepakati, bahan yang tersedia, dan latihan yang dijalankan peserta.

Andhika Wijaya Kurniawan, fasilitator Digital Selling Training

BERSAMA ANDHIKA WIJAYA KURNIAWAN

Perspektif praktisi.
Bahasa yang dekat
dengan bisnis.

Andhika Wijaya Kurniawan menggabungkan pengalaman di bisnis digital, SEO sejak 2005, dan aktivitas coaching sejak 2010. Pendekatan pembelajaran diarahkan untuk membantu peserta memahami hubungan antara strategi, kebutuhan pelanggan, dan tindakan yang dapat dilakukan dalam pekerjaan.

Dalam konteks Digital Selling, pembahasan berangkat dari cara tim membaca peluang dan membangun percakapan. Pengalaman peserta menjadi bahan diskusi, sementara contoh serta latihan dipilih agar tetap relevan dengan model bisnis perusahaan. Kenali profil dan perjalanan profesional Andhika sebelum membahas kebutuhan program untuk tim Anda.

Kenali profil Andhika

SEBELUM MEMULAI

Pertanyaan seputar
program training.

Apa yang dimaksud dengan Digital Selling Training?

Digital Selling Training adalah pelatihan untuk membantu tim penjualan menggunakan kanal digital sebagai bagian dari proses mencari, memahami, dan mengembangkan peluang pelanggan. Ruang lingkupnya mencakup persiapan target, pendekatan awal, discovery, tindak lanjut, serta pencatatan pipeline. Dalam program corporate training, pembahasan diarahkan pada produk, layanan, audiens, dan situasi penjualan perusahaan. Dengan demikian, peserta memiliki ruang untuk menerjemahkan materi menjadi contoh percakapan serta langkah kerja yang dapat mereka gunakan.

Apakah pelatihan ini cocok untuk tim B2B dan B2C?

Materi dapat dirancang untuk kebutuhan B2B maupun B2C, dengan penekanan yang berbeda. Tim B2B umumnya perlu membahas akun target, beberapa pihak pengambil keputusan, discovery, dan tindak lanjut dengan siklus penjualan yang lebih panjang. Tim B2C mungkin membutuhkan pendalaman pada respons chat, penyaringan kebutuhan, penjelasan nilai, dan pengelolaan percakapan dalam volume yang lebih besar. Kesesuaian format dibahas berdasarkan kondisi perusahaan sebelum ruang lingkup program ditetapkan.

Apakah peserta harus menggunakan CRM tertentu?

Tidak harus menggunakan merek CRM tertentu. Kerangka pencatatan dapat menggunakan alat yang sudah menjadi bagian dari pekerjaan tim, termasuk spreadsheet. Bila perusahaan memiliki CRM, latihan dapat mengacu pada tahap dan kolom yang diizinkan untuk dibahas. Pelatihan ini berfokus pada kebiasaan mencatat informasi yang relevan dan menentukan langkah berikutnya. Implementasi teknis, migrasi data, atau konfigurasi sistem perlu dibahas sebagai ruang lingkup terpisah apabila memang dibutuhkan.

Apakah ada latihan menggunakan kasus perusahaan?

Kasus perusahaan dapat dijadikan bahan latihan setelah kebutuhan dan batas penggunaannya disepakati. Contoh dapat berasal dari produk, segmen pelanggan, skenario keberatan, atau pola tindak lanjut yang sering dihadapi. Untuk menjaga konteks tetap aman, tim dapat memakai contoh yang sudah disamarkan atau skenario latihan tanpa informasi rahasia pelanggan. Materi yang relevan membantu peserta memahami hubungan antara konsep pelatihan dan keputusan yang mereka hadapi dalam pekerjaan sehari-hari.

Berapa durasi, biaya, dan jumlah peserta?

Durasi, biaya, serta jumlah peserta dibahas berdasarkan tujuan, kedalaman materi, format pelaksanaan, dan kebutuhan latihan. Program pengenalan, workshop praktik, dan kebutuhan pembekalan manajer tidak selalu memerlukan susunan yang sama. Sampaikan kondisi tim, lokasi atau preferensi pelaksanaan, serta target waktu ketika menghubungi kami. Informasi tersebut menjadi dasar untuk membahas ruang lingkup dan usulan program. Halaman ini tidak menetapkan harga atau jadwal yang belum disepakati.

Apakah pelatihan menjamin closing atau kenaikan penjualan?

Hasil penjualan dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk kualitas penawaran, kecocokan pasar, harga, kemampuan eksekusi, dan konsistensi tindak lanjut. Karena itu, pelatihan tidak diposisikan sebagai jaminan jumlah closing atau persentase kenaikan omzet. Tujuan pembelajaran dibahas melalui kemampuan yang ingin dibangun dan output latihan yang dapat ditinjau. Perusahaan juga dapat menyepakati indikator proses untuk melihat penerapan materi setelah peserta kembali menjalankan aktivitas penjualan.

Bagaimana peran AI dalam materi pelatihan?

AI dapat dibahas sebagai alat bantu untuk menyiapkan variasi pesan, menyusun pertanyaan discovery, atau merangkum catatan yang telah disamarkan. Peserta tetap perlu meninjau ketepatan, konteks, dan nada komunikasinya. Informasi pelanggan maupun data internal harus mengikuti kebijakan perusahaan. Penggunaan alat tertentu bukan syarat mengikuti program. Bila perusahaan memiliki panduan AI, materi latihan dapat diselaraskan dengan batas penggunaan yang diizinkan agar praktiknya sesuai dengan lingkungan kerja tim.

Bagaimana cara memulai diskusi program?

Hubungi melalui halaman kontak dan sampaikan nama perusahaan, bidang bisnis, peran peserta, jumlah perkiraan peserta, tantangan utama, serta target pelaksanaan. Jika sudah ada materi penjualan atau proses kerja yang ingin diperbaiki, cukup jelaskan jenisnya terlebih dahulu. Tim tidak perlu mengirim data pelanggan atau dokumen rahasia pada percakapan awal. Dari informasi tersebut, kebutuhan dapat dipetakan untuk menentukan fokus pembahasan dan langkah selanjutnya sebelum program disepakati.

MERANCANG PROGRAM

Mulai dengan konteks.
Sepakati fokusnya.

Pahami titik awal tim.

Diskusi kebutuhan membantu perusahaan memilih persoalan yang paling penting untuk dikerjakan. Apakah tim kesulitan menemukan prospek yang sesuai, mendapat respons awal, menggali kebutuhan, atau melanjutkan penawaran? Jawabannya menentukan penekanan program. Perusahaan tidak harus memiliki semua data sebelum berdiskusi. Gambaran proses kerja dan beberapa contoh situasi sudah dapat menjadi awal untuk mengenali pola yang perlu diperhatikan.

Komposisi peserta juga perlu dipertimbangkan. Anggota tim yang baru bergabung mungkin membutuhkan kerangka dasar, sementara peserta berpengalaman lebih membutuhkan pembahasan kasus serta umpan balik. Jika keduanya berada dalam satu kelompok, kedalaman latihan dan pembagian aktivitas dapat dibahas agar pengalaman belajar tetap relevan. Tujuan akhirnya adalah membangun pemahaman bersama tanpa mengabaikan variasi kebutuhan di dalam tim.

Pilih contoh yang dekat dengan pekerjaan.

Contoh pesan dan percakapan akan lebih berguna ketika produk, layanan, serta tipe pelanggannya jelas. Perusahaan dapat menyiapkan ringkasan penawaran, profil segmen yang dituju, dan keberatan yang sering muncul. Bahan tersebut tidak perlu memuat identitas pelanggan. Nama, nilai transaksi, dan informasi internal dapat disamarkan. Penggunaan bahan tetap mengikuti batas yang disepakati perusahaan sehingga peserta dapat berlatih dengan konteks yang cukup.

Kanal digital dibahas sesuai kenyataan di lapangan. Tim yang banyak menangani pelanggan masuk melalui WhatsApp memiliki kebutuhan berbeda dari tim yang membuka hubungan melalui LinkedIn atau email. Karena itu, program tidak harus memberikan porsi yang sama pada semua kanal. Pemilihan contoh mengikuti titik interaksi yang paling penting dalam perjalanan pelanggan dan aktivitas penjualan peserta.

Tentukan cara meninjau penerapannya.

Setelah pelatihan, manajer dapat menggunakan output latihan untuk membuka percakapan coaching. Pembahasan dapat dimulai dari pertanyaan sederhana: apakah kriteria prospek digunakan, apakah pesan memiliki konteks, dan apakah setiap peluang memiliki langkah berikutnya? Review ini membantu tim melihat penerapan materi melalui contoh pekerjaan. Perusahaan dapat menentukan frekuensi serta bentuk review sesuai ritme operasionalnya.

Indikator proses sebaiknya dipilih berdasarkan tujuan pembelajaran. Jika fokusnya discovery, bahan yang ditinjau dapat berupa kualitas pertanyaan dan kelengkapan catatan kebutuhan. Jika fokusnya follow-up, tim dapat melihat relevansi pesan serta kejelasan tindakan lanjutan. Jumlah aktivitas tetap dapat dicatat, tetapi perlu dibaca bersama konteksnya agar evaluasi membantu perbaikan keputusan, bukan sekadar menambah pekerjaan administratif.

Sebelum menyepakati program, perusahaan dapat menyusun urutan masalah berdasarkan dampaknya terhadap pekerjaan tim. Pilih satu atau dua prioritas yang paling membutuhkan perubahan, lalu gunakan prioritas tersebut untuk menilai relevansi materi dan latihan. Langkah ini membantu pembahasan tetap fokus, terutama ketika peserta memiliki tanggung jawab penjualan yang beragam. Ruang lingkup implementasi, keterlibatan manajer, dan kebutuhan pendampingan lanjutan perlu dibahas sebelum program ditetapkan. Dengan kesepakatan yang jelas, perusahaan mengetahui apa yang akan dikerjakan selama sesi dan apa yang menjadi tanggung jawab tim setelahnya. Pendekatan ini memberi tempat bagi pembelajaran dalam proses kerja, sekaligus menjaga ekspektasi tetap sesuai dengan tujuan serta sumber daya yang tersedia.

MULAI DARI KEBUTUHAN PERUSAHAAN ANDA

Bangun cara menjual
yang bisa dijalankan bersama.

Ceritakan kondisi tim, tantangan penjualan, dan kemampuan yang ingin dibangun. Dari sana, kita bahas program Digital Selling Training yang relevan.

Diskusikan kebutuhan tim